Alhamdulillah, segala pujian yang sempurna dan agung disampaikan kepada Allah, Tuhan yang telah menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk buat ummat manusia menuju kebenaran haqiqi, menjelaskan perbedaan yang haq dan yang batil, mengingatkan manusia akan kehidupan yang sebenarnya, baik di dunia maupun di akhirat. Pada akhirnya al-Qur’an akan menjadi syafa’at buat mereka yang menghormati dan menempatkannya pada posisi yang benar. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
Semoga salawat dan salam selalu tercurah untuk manusia termulia yang pernah ada, nabi Muhammad ibn Abdillah ibn Abd al-Muttalib ibn Manaf al-Qurasyi. Nabi yang menerima wahyu dari Allah swt melalui Jibril as, menjaga dan menyampaikannya kepada ummatnya, mengamalkan isinya, menjelaskan perkara yang belum dimengerti sahabat-sahabatnya. Sungguh mulia Rusulullah saw yang berakhlakkan al-Qur’an ini. Semoga kita bisa menjadi ummatnya yang baik dan setia.
Semoga salawat dan salam juga Allah berikan kepada para sahabat, kerabat dan pengikut setia Rasulullah saw sampai akhir zaman. Amin
Al-Qur’an sebagai kitab suci ummat Islam tidaklah diperdebatkan oleh ummatnya. Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, penjelas, pengingat, obat dan syafa’at buat ummat Islam, juga tidak diperselisihkan. Untuk kepentingan tadi maka al-Qur’an harus diamalkan ajarannya, baik berupa larangan maupun perintah, juga tidak disangsikan. Lalu jalan untuk mencapai hal itu adalah dengan membaca, memahami, mengerti dan mengkaji adalah suatu keniscayaan.
Pertanyaan dari kesepakatan tadi adalah: Sudah sejauh mana hubungan dan keakraban kita dengan al-Qur’an? sudah sampai ke tahap apa kedekatan kita dengan al-Qur’an? Apakah baru sekedar membacanya? atau sudah meningkat menjadi menghafalnya? Lalu sudahkan kita mempelajarinya dengan mencoba mengerti, memahami dan mengkajinya lebih dalam lagi? Lalu sudah sejauh mana al-Qur’an itu menjadi pedoman dan tuntunan dalam hidup kita?
Sudah menjadi takdir dan kehendak Allah swt menurunkan al-Qur’an yang terdiri dari 114 surah itu dalam bahasa Arab. Dan sudah menjadi suratan juga bahwa orang Indonesia berbahasa ibu bukan bahasa Arab. Wal hasil, buat mayoritas mutlak orang Indonesia, ada dua permasalahan di sini, besaran al-Qur’an yang 114 surah (6236 ayat), dan bahasa yang digunakan adalah Arab yang sedikit sekali yang dipahami secara luas. Mayoritas mutlak orang muslim Indonesia tidak hafal al-Qur’an dan tidak mengerti bahasa Arab.
Usaha mengatasi hal itu sudah lama diusahakan dan dijalankan oleh ulama Indonesia. Puluhan bahkan ratusan pesantren Penghafalan al-Qur’an didirikan, Terjemah dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia juga sudah puluhan jumlahnya. Namun kesemua itu, meski sudah sangat bermanfaat dan sangat membantu jutaan orang Indonesia, tetap masih belum mencukupi.
Usaha dan gerakan baru bermunculan. Penulisan tafsir tematik, kamus al-Qur’an, indek al-Qur’an, indeks tematik al-Qur’an, al-Qur’an digital, al-Qur’an dan terjemah digital, Pena Al-Qur’an dan seterusnya, bermunculan dan sangat beragam. Semua mencoba untuk mendekatkan kaum muslimin dengan kitab suci mereka.
Manfaat yang sudah dirasakan oleh ummat islam dengan kehadiran program dan buku/kitab di atas, ternyata masih saja banyak sudut dan cakupan yang belum sempurna. Karena al-Qur’an itu adalah mu’jizat sepanjang zaman, maka mustahil seseorang atau sekelompok orang mampu untuk memenuhi kebutuhan al-Qur’an tanpa ada bagian yang tertinggal. Yang sempurna adalah al-Qur’annya, sedangkan karya atau kajian yang dilakukan oleh manusia tentang al-Qur’an pasti tidak akan sempurna.
Berangkat dari keyakinan bahwa al-Qur’an adalah petunjuk hidup buat manusia, ia akan membawa manusia ke arah kemenangan, kebahagiaan, selamat dunia dan akhirat, menjadikan para pengamalnya sebagai cahaya yang memberi manfaat buat dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan bahkan dunia, maka upaya untuk lebih memudahkan lagi seseorang menjadi lebih akrab harus diupayakan, yakin sekali bahwa lebih akrab dengan al-Qur’an adalah sebuah amal mulia.
Berdasarkan keyakinan bahwa al-Qur’an dapat menjawab semua permasalahan hidup, menjadi obat penenang hati penglipur lara, membawa orang yang mengamalkannya menuju surga abadi, maka penulis memberanikan diri dan berusaha untuk menulis indek tematik al-Qur’an ini dan memunculkannya secara digital.
Usaha penulis ini bukanlah berangkat dari nol, akan tetapi dengan menggunakan dan memanfaatkan apa yang telah diusahakan oleh ulama-ulama yang terdahulu. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat buat mereka yang karyanya penulis gunakan sebagai referensi dan rujukan.
Banyak ulama yang menuliskan indeks atau panduan atau kamus atau mu’jam yang intinya memudahkan orang menemukan sesuatu yang dicari dalam al-Qur’an. Beberapa kitab dan program komputer di bawah ini menunjukkan marak dan semangatnya ulama berkhidmat untuk al-Qur’an.
Dalam literatur karya orang Indonesia, beberapa buku indek kata dan tema sudah ditulis ulama. Beberapa diantaranya adalah:
Sebagai langkah awal, penulis memetakan tema besar al-Qur’an, gambaran tema besar ini penulis dapatkan dari pengetahuan penulis selama belajar dan mengajar. Hasilnya, ditentukan 8 tema besar yang menjadi acuan dalam memetakan isi kandungan al-Qur’an. Banyak ulama yang membaginya menjadi 3, ada yang menjadi 4 dan seterusnya. Hal ini merupakan masalah ijtihadiyah, tergantung cara melihatnya. Kemudian penulis memecah tema-tema besar tadi, menjadi tema kecil, baru kemudian sub tema 1, sub tema 2 dan sub tema 3 jika ada.
Langkah keduanya adalah mencarikan ayat-ayat yang berkaitan dengan tema yang dibuat. Di langkah ini penulis banyak menggunakan program al-Qur’an yang ada di Maktabah Syamilah dan kadang di Mushaf al-Madinah, dan kadang melihat juga di Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an karya Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi. Dan tidak jarang penulis mendiskusikan tema dan ayat yang akan dicantumkan bersama istri penulis Jehan Azhari yang alhamdulillah, hafal al-Qur’an dan berbahasa ibu Arab.
Untuk lebih mengkayakan pembahasan, tidak jarang penulis melihat dan membandingkan dan menambahkannya dengan program dan kitab yang sudah ada seperti indeks tematik yang terdapat di program Al-Quran Digital, beberapa kitab yang memang khusus menulis tentang tema-tema al-Qur’an seperti Mu’jam al-A’lam wa al-Maudhu’at fi al-Quur’an al-Karim karya Dr Abd al-Sabur. Penulis banyak sekali mengambil inspirasi dari kitab ini. Jazahumullah ahsana jaza’.
Untuk lebih detail dan lebih kontemporer, maka penulis merujuk kitab dan buku dengan tema-tema khusus yang dikaitkan dengan al-Qur’an seperti Al-Takhwif min al-Nar karya Ibn Rajab yang banyak sekali mengutip al-Qur’an. Demikian pula Tafsir tematik yang diterbitkan oleh Departemen Agama serta beberapa rujukan lagi yang penulis cantumkan dalam daftar pustaka/referensi.
Untuk sumber program konten, penulis mengambil dari sumber-sumber berikut ini:
Bagi yang ingin memiliki aplikasi ini dalam bentuk DVD Interaktif, kami menyediakan dengan biaya pengganti sebesar Rp 50.000,- (limapuluh ribu rupiah). Insya Allah dana yang terkumpul dari hasil penjualan akan digunakan untuk operasional dan pengembangan Pusat Kajian Hadis al-Mughni Islamic Center, termasuk untuk pendirian Pesantren Pusat Kajian Hadis yang nawaitunya akan dibangun di daerah Puncak Jawa Barat.
Sebagai manusia biasa, penulis tidak mungkin terlepas dari kekhilafan dan kesalahan yang pastinya tidak disengaja. Keterbatasan itu penulis usahakan dilengkapi dengan koreksi dan editing yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari mereka-mereka yang sudah hafal al-Qur’an seluruhnya dan beberapa orang yang hampir hafal seluruhnya.
Mereka itu adalah: Jehan Azhari yang hafal al-Qur’an dan berbahasa ibu Arab, dibantu beberapa mahasiswi IIQ semester 7 yang sudah/hampir hafal al-Qur’an.
Insya Allah program ini akan berlanjut dan akan dibuatkan versi yang lebih lengkap termasuk dengan Tafsirnya. Untuk menambah file tema atau bahkan perbaikan dari kesalahan yang ada, secara berkala akan kami lakukan penyediaan updating melalui web kami. Berbagai inovasi dan variasi kajian serta cakupan akan terus diupayakan. Doa dan dukungan pembaca dan pengguna sangat kami harapkan.
Banyak sekali pihak yang telah berjasa dalam program ini. Hanya Allah yang Maha Tahu dan akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Secara khusus penulis akan merekamkan ucapan terimakasih itu kepada:
Menjadikan semua ini sebagai ilmu yang bermanfaat adalah maksud kami, dan mencari ridha Allah swt adalah tujuan kami. Semoga harapan yang menjadi doa kami dikabulkan Allah swt. Amin